https://youtube.com/shorts/gmQtp17IqFU?si=aJM_P_RtRo2Cqsa9
LINTASINDO.ID | TANGERANG – Jagat media sosial di Kabupaten Tangerang mendadak dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang diduga memuat ancaman terhadap insan pers. Rekaman berdurasi singkat yang mulai viral sejak Sabtu malam (16/5/2026) sekitar pukul 19.40 WIB itu tersebar luas melalui berbagai WhatsApp Group (WAG) warga dan memantik reaksi keras dari masyarakat.
Dalam video tersebut, tampak seorang pria bertelanjang dada dengan penutup kepala bermotif batik memegang benda menyerupai besi bulat berlapis stainless. Dengan nada penuh emosi, pria itu melontarkan ucapan bernada intimidasi yang dinilai mengarah pada ancaman kekerasan terhadap profesi wartawan.
Ucapan pria dalam video tersebut sontak memicu kekhawatiran publik karena dianggap dapat mengancam kebebasan pers dan mencederai prinsip demokrasi.
“Ada media langkahi dulu mayat saya..! Jangan macam-macam masuk wilayah orang. Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini..! Patah leher kamu..!! Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu!”
Video itu pun dengan cepat menjadi bahan perbincangan di media sosial maupun grup percakapan masyarakat Tangerang. Sejumlah pihak menilai pernyataan tersebut bukan sekadar luapan emosi biasa, melainkan dugaan ancaman serius yang berpotensi masuk ranah pidana.
Ancaman terhadap Wartawan Dinilai Berbahaya bagi Demokrasi
Munculnya video viral tersebut memantik kekhawatiran berbagai kalangan terkait keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik. Ancaman terhadap media dinilai dapat mengganggu iklim kebebasan informasi serta menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.
Selain itu, kondisi tersebut dikhawatirkan memicu keresahan sosial apabila tidak segera ditindaklanjuti secara profesional oleh aparat penegak hukum.
Rasmono SH Minta Polisi Usut Tuntas
Direktur PT Digital Indo Group (DIG), Rasmono SH, mengecam keras dugaan intimidasi dalam video tersebut. Ia mendesak Ditreskrimum Polda Banten bersama Polres Tangerang segera bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pria dalam rekaman video viral tersebut.
Menurutnya, segala bentuk ancaman dan intimidasi terhadap insan pers tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.
“Saya meminta Ditreskrimum Polda Banten bersama jajaran Polres Tangerang segera mengusut dan menangkap pelaku ancaman terhadap insan pers yang videonya viral di WhatsApp Group masyarakat Tangerang. Apa pun alasannya, intimidasi dan ancaman kekerasan terhadap profesi media tidak bisa dibenarkan,” tegas Rasmono saat dimintai keterangan, Sabtu (16/5/2026).
Rasmono yang juga diketahui sebagai Kuasa Hukum Media Warta Indonesia News menilai tindakan tersebut berpotensi mencederai marwah profesi pers apabila dibiarkan tanpa proses hukum yang jelas.
“Kalau yang disebut ‘media’, berarti menyangkut profesi pers secara umum. Jangan sampai ada pihak yang merasa bebas mengancam wartawan dengan kekerasan. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme,” tambahnya.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap jurnalis merupakan bagian penting dalam menjaga supremasi hukum, demokrasi, dan kebebasan pers di Indonesia.
Warga Khawatir Timbul Kesan Pembiaran
Sejumlah warga Kabupaten Tangerang berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mengungkap identitas pria dalam video sekaligus memastikan motif di balik ancaman tersebut.
Masyarakat khawatir apabila persoalan ini tidak ditangani serius, maka dapat menimbulkan rasa takut sekaligus memunculkan kesan adanya pembiaran terhadap tindakan intimidatif.
“Kalau memang ada unsur ancaman dan intimidasi, harus diproses hukum. Jangan sampai masyarakat merasa takut dan muncul anggapan ada pembiaran terhadap aksi premanisme,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pria dalam video, lokasi pasti kejadian, maupun kronologi lengkap insiden tersebut. Sementara itu, video viral tersebut masih terus menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial.
Tim redaksi LINTASINDO masih terus menghimpun informasi lanjutan guna memastikan fakta dan perkembangan terbaru terkait peristiwa tersebut.


















Leave a Reply